Khasiat Tutut Sawah (Lanjutan)

Haloo Sobat Cahaya Kehidupan... Senang sekali bisa bertemu dan bersilaturahim dengan sobat semua untuk berbagi ilmu pengetahuan dan informasi yang mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua.
Berhubung artikel mengenai Khasiat Tutut (Keong Sawah) banyak sekali yang membaca dan memberikan komentar, maka ada beberapa tambahan yang masih bersinggungan dengan artikel tersebut, supaya referensinya makin bertambah juga. Berikut tambahan mengenai khasiat tutut (Sunda) atau dalam bahasa Indonesianya dikenal dengan nama keong sawah.

Bila Anda masih beranggapan bahwa keong hanya makhluk yang menjijikan
dan tidak memiliki manfaat sama sekali bagi manusia, sebaiknya anggapan
tersebut harus dibuang jauh-jauh. Beberapa jenis keong memang sangat
beracun dan tidak boleh dikonsumsi.

Namun, tidak sedikit pula jenis keong yang memiliki manfaat bagi manusia
khususnya untuk menambah asupan gizi yang tidak didapatkan pada makanan
lain. Salah satu jenis keong yang cukup populer di daerah pedesaan
adalah tutut (keong sawah).

Hewan mungil ini sekilas tidak terlalu lezat untuk dimakan. Namun siapa
sangka, hewan ini sangat populer karena rasanya yang luar biasa,
khususnya untuk mereka yang tinggal di daerah pedesaan. Ukuran tubuhnya
yang kecil, berwarna kecoklatan, sering dijumpai di daerah pesawahan.
Pengolahan tutut (keong sawah) ini cukup beragam. Salah satu caranya
adalah dengan direbus menggunakan bermacam rempah-rempah seperti sereh,
laja dan tentu saja santan kelapa.

SOAL UJI KOMPETENSI GURU (Biologi) 2012 ( DRAFT)

SOAL UJI KOMPETENSI GURU 2012 ( DRAFT)

Ini saya nemu di jalanan kayaknya baik kalau dibaca guru guru biologi se Nusantara setidaknya menambahkan wawasan guru biologi menjadi prima , semoga bermanfaat

Menjelaskan hakikat biologi sebagai  ilmu
Menerapkan langkah-langkah dalam metode ilmiah
Disajikan suatu kasus, peserta  mampu menentukan variable pengamatan
Menerapkan keterampilan proses  sains dalam mempelajari biologi permasalahan biologi pada berbagai  tingkat  organisasi kehidupan (molekul, sel, jaringan,  organ, individu, populasi, komu nitas , ekosistem, dan biosfer)
Menganalisis ruang lingkup Biologi dan hubungannya dengan ilmu-ilmu lain
Mencontohkan penerapan hukum biologi secara kuantitaif dan kualitatif dalam memecahkan permasalahan sehari-hari
Menganalisis perbedaan virus dengan mahluk hidup lain
Mengidentifikasi tahapan dalam replikasi  virus
Menjelaskan peran  enzim dalam virus
Menganalisis  peran virus dalam  kehidupan
Menjelaskan perkembangbiakan paraseksual pada bakteri
Mengidentifikasi  fungsi  endospora  pada bakteri
Mencontohkan  bakteri-bakteri  penyebab penyakit
Menidentifikasi ciri protozoa  patogen                        
Menganalisis peran jamur bagi manusia  
Menjelaskan faktor-faktor  yang mempengaruhi keanekaragaman      
Mengidentifikasi tumbuhan dalam suatu takson            
Mengidentifikasi macam-macam cara pemencaran tumbuhan
Membedakan   karakteristik  monokotil dan dikotil
Mengidentifikasi  ciri-ciri suatu jenis cacing  parasit    
Menjelaskan komponen ekosistem yang berperan  sebagai  pengurai
Menganalisis akibat pencemaran  pada komponen ekosistem  
Disajika grafik eksploitasi  SDA, peserta  mampu memprediksi  dampak yang akan terjadi
Menganalisis  gangguan yang  terjadi pada  suatu  ekosistem akibat  kerusakan lingkungan
Menganalisis  struktur  DNA      
Menganalisis jumlah kromosom pada sel kelamin
Menganalisis komposisi kromosom  dalam sel kelamin
Menjelaskan  hubungan  antara DNA dan RNA
Menjelaskan urutan basa  nitrogen pada  RNA yang  dapat  terbentuk  dalam proses  transkripsi suatu DNA        
Menganalisis  karakteristik  proses  pembelahan mitosis  dan  meiosis,    
Menganalisis genotip dan fenotip  hasil  suatu  persilangan
Menentukan jumlah gamet dalam suatu  individu dengan genotip tertentu
Menjelaskan jenis jenis mutasi
Menjelaskan prinsip dasar Bioteknologi
Menjelaskan peran metode kultur jaringan dalam menghasilkan produk bioteknologi
Menjelaskan peran enzim dalam rekayasa genetik
Mengidentifikasi fungsi komponen kimiawi  dari membran sel
Mengidentifikasi organel tertentu pada sel  tumbuhan
Mampu menganalisis peristiwa  transpor membran melalui percobaan sederhana
Menunjukkan enzim berdasarkan skema cara kerja  enzim      
Mengemukakan hubungan antar sistem sirkulasi dengan sistem organ lainnya
Mampu  menyimpulkan  data hasil percobaan sederhana  tentang osmosis
Merasionalkan  fakta mengenai xylem dan floem terhadap fungsi dan mekanisme kerjanya
Merasionalkan  fakta  mengenai struktur bulu akar  terhadap  fungsi  penyerapan  air  
Merasionalkan  fenomena  dalam pencangkokan  terhadap  fungsi  dari jaringan pembuluh
Merasionalkan  fakta  hasil  uji  amilum terhadap  proses  pencernaan  enzimatis  di  mulut        
Mengidentifikasi  macam-macam  jaringan  ikat
Mengidentifikasi  jenis  hubungan  antar  tulang tengkorak
Membedakan  sifat  kerja  pada otot- otot  antagonis
Menjelaskan  peranan sinar  matahari  dalam  pembentukan   vitamin D
Menghitung  probabilitas  rasio  keturunan  dari kasus  golongan  darah
Menjelaskan  penyebab  serangan jantung
Menjelaskan ciri-ciri otot  jantung
Mampu mengaitkan fungsi tracheal cartilage dalam proses  pernapasan
Mampu mengaitkan fungsi dari struktur rongga  hidung dalam proses  inspirasi
Mengurutkan saluran pencernaan pada manusia
Mengidentifikasi bagian saluran pencernaan pada ruminansia
Menjelaskan proses  pembentukan urin primer
Menjelaskan fungsi medula spinalis
Mengidentifikasi fungsi alah satu komponen nutrisi  dari ASI
Menjelaskan proses  aglutinasi darah
Membedakan   variabel bebas dan terikat dalam sebuah eksperimen pertumbuhan
Memprediksi pengaruh  penghilangan dominasi apikal  pada  tumbuhan
Menganalisis pengaruh faktor luar terhadap perkecambahan
Menganalisis pengaruh lingkungan terhadap fotosintesis dan respirasi
Menjelaskan katabolisme lemak
Membedakan teori evolusi  Lamarck dan Darwin
Mengemukakan bukti baru mengenai teori evolusi
Menentukan  variasi objek yang akan diamati pada eksperimen respirasi tumbuhan
Menentukan parameter yang dapat diamati pada eksperimen respirasi            
Menjelaskan fungsi kristal KOH dalam percobaan respirasi serangga menggunakan            respirometer  
APLIKASI SOAL

Soal Uji Kompetensi Guru Biologi SMA

Adab-adab Hutang Piutang

Islam merupakan agama yang tidak hanya mengatur urusan ibadah saja, tetapi dalam segala hal Islam telah mengatur banyak hal. Selain dalam urusan ibadah, urusan hubungan kemanusian dan kehidupan sehari-hari pun diatur di dalamnya. Aktivitas manusia dari mulai tdur hingga tidur kembali telah diatur oleh Islam.
Terdapat beberapa hal yang diatur oleh Islam, yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia (muamalah). Salah satu diantaranya adalah urusan hutang piutang. Hutang adalah harta yang dipinjamkan dari yang memiliki harta kepada orang yang kekurangan harta, yang harus dikembalikan lagi kepada pemilik harta. Agar perkara ini dapat berjalan dengan baik, tanpa harus merugikan salah satu pihak, maka ada beberapa adab yang berkaitan dengan hutang piutang. Adab-adab tersebut diantaranya adalah:
1. Pemilik hutang hendaknya mencatat harta yang dihutangkannya, sehingga tidak akan lupa dan menghindari kesalahpahaman antara yang memberi hutang dan yang berhutang.
2. Dibolehkan berhutang hanya untuk hal-hal yang bersifat kebutuhan primer saja, bukan yang bersifat keinginan.

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI TUMBUHAN I


I.              Tujuan Percobaan
A.    Mengamati anatomi akar, batang, dan daun monokotil.
B.     Mengamati anatomi akar, batang, dan daun dikotil.
C.     Membedakan anatomi akar, batang, dan daun antara dikotil dan monokotil.

II.           Landasan Teoretis
A.    Akar
Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tanaman dan biasanya berkembang di bwah permukaan tanah, meskipun ada pula akar yang tumbuh di luar tanah. Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembang dari meristem apeks di ujung akar embrio dalam biji yang berkecambah. Akar embrio juga dinamakan radikula. Pada Gymnospermae dan dikotil, akar tersebut berkembang dan membesar menjadi akar primer dengan cabang yang berukuran lebih kecil. Sistem akar seperti itu disebut akar tunggang. Pada monokotil, akar primer tidak lama bertahan dalam kehidupan tanaman dan segera mengering. Dari dekat pangkalnya atau di dekatnya akan muncul akar baru yang disebut akar tambahan atau akar adventif. Keseluruhan akar adventif seperti itu dinamakan susunan akar serabut.

Hikmah Kehidupan I

Jujur akan mengatakan pelakunya pada derajat tertinggi. Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang memohon dengan jujur untuk mati syahid, maka ketika wafat ia akan tergolong syuhada sekalipun mati di atas kasurnya". (HR. Muslim)

Salam....

Akhir-akhir ini, blog pribadi ku jarang sekali dipergunakan, makanya tidak ada yg bisa aku berikan untuk semua orang...
Mudah-mudahan setelah ini, aku bisa berbagi hal yang bermanfaat untuk semuanya...

Hasil Rapat Persiapan Reuni PPI 7 CKW Angkatan 2004

Rekan-rekan Alumni PPI 7 Cempakawarna Angkatan 2004, ini merupakan hasil rapat perdana persiapan reuni Mu'allimien Angkatan 2004:


Hasil Rapat Persiapan Reuni
Mu’allimien PERSIS Cempakawarna 07 Angkatan 2004
Situ Gede, 11 Juni 2011

A.    Presensi
Dalam kegiatan rapat perdana persiapan reuni Muallimien PERSIS 07 Cempakawarna Angkatan 2004 ini, dihadiri oleh 6 orang, yaitu Rachmat N. F, Rinaldi Rizal P, Aji Wildan F, Imran Abdurrahman, Siti Zakiyah M, dan Resi Nuraisyah.

B.     Pembentukan Kepanitiaan
Kegiatan persiapan reuni Muallimien PERSIS 07 Cempakawarna Angkatan 2004 memerlukan beberapa persiapan, salah satu diantaranya adalah kepanitiaan. Kepanitiaan yang dibentuk dan diputuskan dalam rapat ini bersifat dinamis. Oleh karena itu, bagi rekan-rekan yang bersedia untuk meluangkan waktu dan ingin turut serta menyukseskan kegiatan persiapan reunian, dimohon untuk dapat masuk dalam kepanitiaan persiapan reuni. Berikut merupakan susunan panitia sementara persiapan reuni hasil rapat perdana:
Ketua Panitia        : Rachmat Noor Fatah
Sekretaris              : Rinaldi Rizal Putra
Bendahara             : Asri Siti Fatimah
Sie. Acara              : Imron Abdurrahman, M. Nashir Shiddiq, Vini Anggraeni
Sie. Dokumentasi  : Ihsan Fauzi,
Sie. Humas            : Heriyanto, Mukhlis,
Sie. Konsumsi       : Siti Zakiyah, Resi Nuraisyah,
Susuna panitia di atas masih bersifat sementara, oleh karena itu pastisipasi rekan-rekan untuk dapat masuk ke dalam kepanitiaan sangat kami nantikan.

Khasiat Tutut (Keong Sawah)

Siapa yang tidak kenal dengan hewan yang diberi nama 'Tutut" (dalam bahasa Sunda", atau "Keong Sawah"? Pasti semua orang tentu mengenalnya, baik secara bentuk maupun bahasa lainnya yang berbeda-beda di masing-masing daerah. Jika kita mengingat masa kecil kita, ya sekitar usia SD, tentu setiap dari kita pernah jajan makanan ini. Selain harganya yang murah pada saat itu, cara memakannya pun trgolong unik. Tutut ini dimakan dengan cara disedot seketika, sehingga isinya dapat langsung keluar. Cara lainnya adalah dengan mencungkilnya dengan tusuk sate/tusuk gigi. Daging tutut bisa keluar dan langsung masuk ke mulut, untuk inilah bagian buntut cangkangnya harus dipotong supaya angin bisa masuk. Kalau tak pandai menyedotnya atau tak ingin orang lain melihat mulut anda monyong, cungkil saja dengan tusuk gigi.
Keong sawah ini bercangkang hitam kehijau-hijauan, berukuran sebesar jempol tangan hingga sebesar jempol kaki, walau ada juga di beberapa tempat bisa berukuran sebesar bola pingpong. Sekali memasak tutut biasanya satu panci, dibeli dari pasar tradisional dalam keadaan hidup. Sebelum dimasak, bagian ujung kerucut spiralnya dipotong sedikit dengan pisau, cangkangnya cukup rapuh sehingga tidak akan merusak mata pisau. Kemudian direbus hingga matang bersama bumbu salam, séréh, laja dan santan kelapa.




Tutut, keong sawah, atau Bellamya javanica van den Bush paling banyak ditemukan di sawah, di mana air sawah meski berlumpur tapi juga relatif bening. Habitat lainnya di tempat yang juga mirip sawah, yang airnya cukup bening, berlumpur dan airnya tak berarus/bergerak. Siang hari tutut ini bersembunyi ke dasar lumpur sehingga sulit dicari dan dikumpulkan. Malam hari ia menyebar menempel-nempel di batang padi atau tumbuhan lainnya. Pedagang tutut di pasar tradisional biasanya mengumpulkan keong sawah tersebut pagi hari, saat tutut masih berada di permukaan air dan menempel-nempel di batang padi. Namun, ada cara lain untuk menangkap tutut secara efektif dan efisien, yaitu dengan perangkap daun pepaya. Tutut ternyata menyukai daun pepaya, sehingga daun pepaya yang diletakkan di malam hari, esok paginya dipenuhi dengan gerombolan tutut. Percobaan mereka juga menggunakan daun pisang dan daun pepaya.
Namun, apakah kita tau kandungan gizi yang terdapat dalam tutut ini? Berikut ini merupakan ulasan mengenai kandungan gizi yang terdapat dalam tutut, yang dicuplik dari berbagai sumber.